Beberapa Fakta Baru Kematian Prada Lucky yang Dianiaya Senior, Ini Sosok Dokter Gde Rastu Adi Mahartha

 


Kupang, NTT – Sidang kasus tewasnya Prada Lucky Namo di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (4/11/2025) menghadirkan fakta baru yang signifikan, terutama dari kesaksian seorang dokter. Dokter Gde Rastu Adi Mahartha, spesialis bedah dan penanggung jawab di RSUD Aeramo, membeberkan bahwa laporan awal yang diterima pihak rumah sakit mengenai cedera Prada Lucky tidak sesuai dengan kondisi medisnya.

​Laporan Awal Bertolak Belakang dengan Gejala

​Dokter Gde Rastu, yang menangani Prada Lucky saat pertama kali tiba di RSUD Aeramo pada 2 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit menerima laporan bahwa almarhum "jatuh dari bukit dengan ketinggian". Laporan ini membuat tim medis awalnya fokus pada pemeriksaan daerah dada.

​"Dilaporkan jatuh dari bukit dengan ketinggian sehingga kita fokus pemeriksaan pada daerah dadanya. Memang sejak awal masuk sudah lakukan rontgen di dada," ungkap Dokter Gde dalam kesaksiannya.

​Namun, saat ditanya oleh Oditur Militer mengenai napas Prada Lucky, Dokter Gde menjelaskan bahwa almarhum sudah menunjukkan pernapasan yang lebih cepat dari batas normal orang dewasa.

​"Napasnya memang nampak lebih cepat namun masih bisa berkomunikasi dengan baik menyampaikan keluhannya," jelasnya.


​Detail Kondisi Medis yang Mencurigakan

​Dokter Gde menjelaskan bahwa seorang dewasa normal bernapas 16-20 kali per menit. Namun, Prada Lucky mengalami pernapasan yang lebih cepat, yakni antara 22 hingga 26 kali per menit. Meskipun pada awalnya tidak nampak kelainan di daerah dada, Dokter Gde mengaku sempat memeriksa lagi almarhum karena ada keluhan nyeri.

​Prada Lucky diberikan obat-obatan, infus, dan diarahkan untuk transfusi darah. Namun, keluhan sesak napas almarhum yang bertambah sempat membuatnya meminta petugas untuk melakukan observasi ketat.

​Kesaksian dari Dokter Gde Rastu Adi Mahartha ini menjadi sorotan penting dalam persidangan, menunjukkan adanya diskrepansi antara kondisi medis nyata yang dialami Prada Lucky dengan informasi awal yang disampaikan kepada tim medis di RSUD Aeramo. Kesaksian ini diharapkan dapat memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Prada Lucky Namo, yang diduga akibat penganiayaan senior. 



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items