OMPRENG SI PENDETEKSI RACUN MAKANAN BERGIZI GRATIS(MBG BASI) KARYA SISWA SMAN 2 CILACAP

 


(Sumber: Google Image)
   
CILACAP - Heboh! aksi kedua Siswa dari SMA Negeri 2 Cilacap yang bernama Alya Meisya N (16) dan Felda Triana W (16), membuat suatu Ompreng/Tempat Bekal Pintar yang dapat mendeteksi suatu Racun/Makanan yang sudah basi. Tempat Bekal ini lahir karena adanya rasa Keprihatinan terhadap beredarnya Kasus Keracunan Makanan, alat ini digunakan pada pihak sekolah untuk mendeteksi adanya racun yang terkadung didalam Makanan Bergizi Gratis(MBG)yang akan dimakan oleh para siswa di SMA Negeri 2 Cilacap. "Kami menciptakan Tempat Bekal ini karena awalnya kami sangat prihatin sekali dengan Adanya suatu Berita yang ramai Terhadap Keracunan Makanan terutama Makanan Bergizi Gratis(MBG) yang dibagikan di tiap-tiap Sekolah" Kata Alya yang diaminkan oleh Felda saat temui di Sekolahnya. JUMAT (24/10/2025).




(Sumber: detikcom)
Alat pendeteksi ini berbentuk seperti kotak makan pada umumnya yaitu dengan ukuran yang besar dengan sensor khusus yang terpasang dibagian tutupnya, dan Cara Kerjanya cukup mudah dan sederhana, sample makanan Dimasukkan Kedalam kotak tersebut, lalu ditutup dan Sensor akan Mendeteksi adanya Racun atau tidak didalam makanan/kotak tersebut dengan durasi 3 Hingga 5 menit, setelah didiamkan, akan muncul Indikator Makanan tersebut basi atau tidak. Jika tidak aman akan Muncul Tulisan "terdeteksi" diatasnya bertuliskan Simbol MQ135 untuk mendeteksi Pembacaan Makanan jenis Hewani dan MQ3 untuk Indikator Makanan Nabati. 


"Itu Untuk Daging angka Indikator 100-400 masih aman untuk di Konsumsi Kalau di atasnya itu artinya sudah hampir mendekati basi, dan Kalau ada Bekal yang terdeteksi Basi biasanya ada di angka 1.000. Untuk buah-buahan dan juga Sayuran yang Aman ada di angka 100-500, kalau ada yang diatas dari itu sudah mengandung gas yang hampir basi dan tidak layak/tidak disarankan untuk dikonsumsi" terangnya.






Hal menarik dari alat pendeteksi ini adalah Alat ini juga bisa Dipantau lewat Aplikasi berbasis android yang bernama (Blnyk loT) yang Terhubung Langsung ke Ponsel pengguna, artinya alat ini dapat digunakan secara Praktis dan juga Mobile oleh Petugas ataupun Guru yang ada disekolah.

"Jadi untuk Koneksinya Lewat WIFI. Aplikasi ini bisa Terhubung angkanya, kalau misalkan sambil menunggu waktu pengecekan bisa ditinggal dan dipantau lewat Handphone masing-masing" Jelasnya.

Alya mengatakan bahwa alat kreasinya ini bisa Membaca Makanan dari Suhu, warna dan gas. Kedepannya akan disempurnakan lagi agar dapat membaca berbagai Macam Bakteri Berbahaya.

"Jadi alat ini bisa mendeteksi gas yang keluar. Masih mau disempurnakan lagi biar bisa mendeteksi berbagai macam bakteri diantaranya e-coli dan salmonella". ungkap dia

"Sebenarnya alat ini tuh untuk mendeteksi kebasian tetapi penyebab dari keracunan bisa disebabkan oleh adanya Makanan yang terkontaminasi basi." tambahnya.

Alya dan Felda berujar bahwa alat ini sudah lolos uji laboratorium. Terbukti dengan diraihnya suatu Penghargaan tingkat Regional Jateng-DIY pada Bulan Lalu.

"Alhamdulillah kami dapat Juara 2 dalam suatu ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025 yang digelar oleh Astra Honda Motor secara daring, 11-23 September lalu. Juara 1 nya kalau tidak salah dari Jogja". ujarnya








Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items