"Program "Sabtu Pintar" merupakan inisiatif Ikatan Pemuda untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget melalui kegiatan belajar bersama setiap Sabtu sore"

 


Program "Sabtu Pintar" adalah kegiatan belajar bersama yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari pra-sekolah,TK,SD, hingga SMP, dengan tujuan utama mengurangi kebiasaan bermain gawai. Kegiatan Ini Mencakup Materi beragam seperti mewarnai, eco printing, teka-teki, menonton film edukatif, membaca buku, DIY dari galon bekas, origami, pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Ppkn, eksperimen IPA sederhana, permainan edukatif seperti ular tangga raksasa, permainan tradisional(petak jongkok, benteng, gaple, congklak, cublak-cublak suweng).


Inisiator program adalah Ikatan Pemuda RT04 (IKDA 04) yang mengelola kegiatan secara rutin. Peserta utama adalah anak-anak dari berbagai usia di wilayah setempat, sementar pengurus IKDA berperan sebagai fasilitator dan juga mendapat manfaat dalam membangun rasa percaya diri. Dokumen ditulis oleh Syifa Cahya Davina, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma,yang menekankan slogan "Masa kecil adalah waktu untuk bermain, bukan hanya menatap layar".


Lokasi kegiatan berada di Kampung Parung Serab, tepatnya RT04/RW02, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Kegiatan berlangsung di Pos Ronda RT04/RW02, dengan dampak positif disarakan oleh warga RT tersebut dan lingkungan sekitar. Tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan anak-anak, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, dan kesabaran mereka. Program ini juga menjadi sarana bagi pengurus IKDA untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, membangun rasa percaya diri, serta belajar bersama lintas usia, dengan materi dirancang agar tidak membosankan dan menyenangkan.


Kegiatan dijalankan secara rutin oleh IKDA 04 dengan materi pembelajaran yang variatif dan interaktif, termasuk permainan tradisional yang mulai punah serta aktivitas fisik jika suasana jenuh, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar layar. Dampaknya dirasakan luas oleh anak-anak, warga RT04, dan pemuda IKDA, dengan dorongan untuk terus mempromosikan kegiatan serupa agar anak-anak menemukan keajaiban bermain di dunia nyata.

ditulis oleh - Nazwa Maulidya Sopian Mahasiswa Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komunikasi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items